MELANJUTKAN LANGKAH
Kata orang, hidup itu seperti kita sedang berjalan.
Tentang bagaimana kita menerima dan memahami diri kita.
Tentang bagaimana kita menanggapi masalah yang datang dalam hidup kita.
Tentang bagaimana kita bersyukur atas semua hadiah baik itu dalam bentuk anugerah maupun cobaan.
BERJALAN..
Sebuah frasa yang menarik karena singkat tapi banyak maknanya.
Kenapa saya bilang menarik karena banyak maknanya?
Karena sebagai manusia kadang kita lupa kalau kita semua pernah berada di titik yang sama. Pernah sama-sama belajar berjalan dan melalui proses jatuh bangun yang sama. Coba kita bawa pikiran kita ke beberapa tahun ke belakang. Ingat tidak bagaimana pertama kali kita belajar berjalan? Pasti tidak karena mungkin itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu.
Sama seperti hidup kita, kita kadang lupa bagaimana kita memulai kehidupan kita ini karena kita sedang fokus untuk menikmati dan menjalani apa yang sedang kita lakukan. Kalau dikaitkan dengan berjalan itu sama. Kita sekarang hanya fokus pada apa yang kita jalani dan tujuan kemana yang akan kita raih.
Kita lupa kalau kadang dalam hidup kita perlu memperhatikan hal sekitar dan menikmati prosesnya. Sama seperti berjalan, kadang kita lurus aja jalan tanpa menoleh kanan dan kiri atau sekedar berhenti untuk menyapa atau menolong orang lain atau bahkan menolong diri kita sendiri.
Manusia juga kadang lupa kalau kadang dia meningkatkan speed jalannya demi segera mencapai tujuan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan semua kondisi ini, mau kamu berlari, berjalan atau bahkan berhenti saat semua belum dimulai. Itu semua pilihan dari diri masing-masing manusia.
Tapi sayangku, yang tahu kondisi kamu adalah kamu sendiri jadi tolong berhenti jika sudah lelah. Lepaskan semua beban yang ada di pundak. ITS OKAY NOT TO BE OKAY. Karena kepala dan tangan kamu terlalu kecil untuk menanggung dunia yang cukup besar ini.
Sandarkan dirimu pada dirimu sendiri kalau kamu merasa takut bersandar pada orang lain. Sandarkan dirimu pada orang lain kalau kamu merasa tidak bisa menanggung semuanya sendiri.
Lakukan apa yang kata hatimu katakan karena sesungguhnya Tuhan sudah memberikan rute hidup pada masing-masing manusia tinggal kita saja sebagai manusia yang menjalaninya. Kita yang tahu kemampuan diri kita.
Istirahatkan diri jika kau anggap perlu. Lanjutkan kalau kamu kuat. Nikmati jalanmu kalau kamu merasa nyaman dengan tempo yang sudah sesuai dengan tempo kekuatanmu.
Tapi saat semuanya terasa berat, beristirahatlah sejenak. Ambil napas, minum air putih kemudian istirahat. Kumpulkan kekuatan diri sendiri baru lanjut lagi jalan.
Sudahkah kamu istirahatkan dirimu sejenak selama ini?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini aku buat sekedar untuk menjadi pengingat diri dan semoga bisa mengingatkan teman-teman yang membaca bahwa kadang kita perlu berhenti sejenak untuk mengistirahatkan diri sebelum akhirnya melanjutkan lagi langkah kaki untuk berjalan.
Tujuannya untuk apa? Untuk menemukan diri kita sendiri. Untuk memberikan kesempatan pada diri kita sendiri untuk berhenti sejenak dan menikmati udara segar yang Tuhan berikan, asal jangan terlena dengan kenyamanan perhentian ini.
Kadang manusia lupa, ketika berhenti melakukan sesuatu mereka jadi terlena sehingga malas untuk melangkahkan kakinya kembali untuk melanjutkan perjalanan.
Aku sudah melalui beberapa perhentian bahkan ketika lelah sekali rasanya ingin berhenti namun kini aku sudah beberapa langkah lebih maju (iya aku mulai berjalan lagi).
Aku menemukan diriku sendiri untuk mendamaikan hatiku dan aku berhasil menggapainya.
Sekarang aku siap melanjutkan perjalanan hidupku dan bersiap bertemu apapun di depan, entah itu sebuah berkah, anugerah atau sekali lagi bencana.
Setidaknya aku sudah membekali diriku dengan diri yang lebih kokoh dan kuat menghadapi apapun yang ada di ujung belokan tikungan tajam di ujung jalan itu.
Bagaimana dengan kamu?
@tiwiiik - 16 September 2020 (22.30 @ her 12th-floor apartment)