DAY 13 – FAVORITE BOOK #30DAYSWRITINGCHALLENGE
“THERE IS MORE TREASURE IN A BOOK THAN IN ALL THE PIRATE’S LOOT ON TREASURE ISLAND -WALT DISNEY”
I read many books..
Sejak kecil paling suka kalo dibeliin Bapak buku. Diajakin Bapak ke toko buku meskipun cuma setahun sekali atau dua kali. Kebiasaan ini terbawa sampe aku tumbuh dewasa. Memutuskan untuk membeli satu buku setiap bulan kemudian menyelesaikannya sebelum membeli buku di bulan berikutnya. Bahkan, dulu waktu masih punya pasangan aku paling suka kalo pacaran diajak ke toko buku. Nerdy right. Jenis buku yang aku baca pun beragam. Mulai dari novel sampe ke buku bagian pengembangan diri. Dari bacaan novel remaja sampe bacaan berbobot macam biografi presiden juga pernah aku baca.
Tapi aku mau menceritakan salah satu novel yang ga pernah aku capek buat baca berulang-ulang, yaitu Critical Eleven karya Ika Natassa.
Novel itu menceritakan soal ada 2 sosok manusia lawan jenis yang berkenalan di pesawat saat momen Critical Eleven (11 menit paling kritis di dalam pesawat. Dimulai dari 3 menit setelah take off dan 8 menit sebelum landing — karena secara statistik, 80% kecelakaan pesawat, umumnya terjadi dalam rentang waktu 11 menit). Selain itu novel ini juga menggambarkan 11 menit penting di momen pertemuan pertama, di mana 3 menit pertama bersifat kritis karena saat itulah kesan pertama mulai terbentuk, lalu ada 8 menit sebelum berpisah — saat ketika senyum, melihat tindak tanduknya, dan ekspresi wajah orang tersebut, menjadi pertanda apakah itu akan menjadi awal suatu hubungan atau hanya sekadar akhir dari pertemuan tidak ada artinya.
Sosok Anya yang kelewat mandiri ketemu Ale yang ga terlalu fokus buat nyari pasangan menggambarkan pertemuan yang cukup asik. Gara-gara novel ini juga akhirnya aku waktu itu minta diajak makan di Ketoprak Ciragil (salah satu penjual ketoprak yang paling enak padahal tempatnya nyempil di Jakarta Selatan). Kisah cerita di novel ini ups and down banget, banyak penggalan-penggalan kisah yang menurut aku sesuai atau sama dengan realita kehidupan kita.
Sebenarnya novel ini sudah dibuatin filmnya sama Om Monty Tiwa sama Om Robert Ronny. Tapi aku lebih prefer baca novelnya sih. Soalnya aku bisa mengimajinasikan si Ale itu sosok yang introvert tapi nerdy gitu. Suka bikin gemes deh membayangkan bagaimana sosok Ale yang bisa se tergila-gila itu sama Anya si ekstrovert parah.
Salah satu quote andalan yang selalu aku inget di novel ini adalah
“Kadang hidup lebih menyenangkan saat kita tidak punya ekspektasi apa-apa.” (hlm. 14)
“Hal-hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha yang lama dan menguji kesabaran dulu.” (hlm. 31)
Udah dulu ya aku mau lanjutin baca buku yang baru aku beli beberapa bulan lalu (maklum sekali beli banyak karena jadi korban BBW) judulnya “Eleanor & Park”. Aku akan ceritain buku ini lain kali yaa.
Selamat pagi/siang/sore/malam semuanya, selamat membaca buku.
#30DaysWritingChallenge #WritingTherapy
@tiwiiik – 26 September 2020 (22.00 @ her 12th-floor apartment)
