DAY 11 – TALK ABOUT YOUR SIBLINGS #30DAYSWRITINGCHALLENGE
Mengingat seperti tulisan sebelumnya, aku adalah anak kedua dari dua bersaudara, jadi pada kesempatan ini aku akan sedikit menceritakan tentang kakak perempuan aku satu-satunya.
Kami berdua diberi nama yang sama oleh orang tua kami bedanya cuma di nama depan karena sesuai panggilan masing-masing. Aku Tiwi sedangkan kakakku namanya Hasti (re: Hesti). Selisih umur kami adalah 6 (enam) tahun. Kata Bapak sama Mbah Kakung dulu nama kami itu maknanya luar biasa. Namaku artinya Bumi sedangkan nama kakakku artinya Berbakat. Pasti ada filosofi dan maksud tertentu dari nama kami berdua, karena nama adalah sebuah Doa.
Kami besar dan tumbuh bersama-sama di rumah bersama dengan ibu dan bisa dibilang waktu dulu masih serumah jarang banget buat komunikasi, ngobrol juga sekenanya. Jadi, sebenarnya saat kami tumbuh kami tidak terlalu banyak diskusi atau curhat-curhat selayaknya sisters yang lainnya. Cuma sejak aku mulai kuliah jadi agak sering tuh jalan-jalan bareng, ke mall bareng sampe akhirnya gatau kenapa makin deket dan pas uda beranjak dewasa (dan aku merantau) jadi makin deket pake banget. We even chat through Whatsapp every single day!
Seumur hidup aku ga pernah curhat ke Mbak Hesti sampai akhirnya memutuskan untuk curhat semuanya ke beliau kemarin. Tak disangka dan tak dinyana ternyata mbak aku yang satu ini super duper bijaksana dan luar biasa sekali. Semua anggapan-anggapan dan asumsi aku selama ini tentang dia mendadak runtuh dan jebol setelah untuk kali pertama aku curhat dan cerita semuanya sama dia. Melalui tulisan ini, lagi-lagi aku mau menulis surat buat mbakku yang super manis ini karena dia punya gigi gingsul dan kulitnya sawo matang manis (satu-satunya yang punya di rumah) ini.
Dear Mbak,
Kalo kamu baca tulisan ini aku gatau kamu bacanya sambil senyum-senyum atau malah mikir apa sih. Hehehe. Halo Mbak, gimana kabar kamu? Semuanya baik-baik saja kan? Anak-anak gimana? Pasti gak nyangka ya kalo anak-anak sekarang uda empat aja di rumah..
Pertama aku mau bilang terima kasih karena sudah mau jadi mbak-ku satu-satunya. Terima kasih karena sudah menjadi panutan dan jadi orang yang aku kagumi sejak kecil. Sifat kamu yang berani, mandiri dan bertanggung jawab selalu aku jadiin panutan dan aku ingat. Walau waktu masih muda (ciye muda) kita gak terlalu deket dan aku suka resek plus bikin kesel waktu dulu, aku sayang Mbak sama kamu. Makasih ya uda kasih masukan ke aku buat daftar SNMPTN masuk S1 Ilmu Hukum UNAIR waktu itu. Mungkin kalau kamu ga ngomong malam itu, pasti aku sekarang ga ada di sini di Jakarta. Makasih karena sudah jadi Mbak yang luar biasa buat panutan adekmu yang ngeselin ini walau kadang kita berantem masalah yang gak penting sampai paling penting sih. Makasih sudah mau jagain dan nemenin Ibu di rumah dan mengijinkanku untuk merantau jauh di sini. Meskipun kamu dulu pernah marah-marah di pesawat sama orang atau kita pernah jatuh bareng pas daftar SNMPTN dulu naik motor tapi kamu yang selalu nemenin dan nganterin aku kemana aja dan dalam keadaan apapun.
Maaf kalau kadang aku bikin kamu kesel atau ngerepotin kamu. Maaf ya kalau aku dulu ga deket sama kamu. Kita tidak melewati masa-masa teenager yang cukup challenging bersama ya. Kata-kata kamu ke aku yang sampe sekarang aku masih inget tuh “Ternyata kamu uda gede ya sekarang tiw, ga kerasa.” Sampe sekarang kalau baca chat ini aku masih suka nangis tapi sambil senyum-senyum sendiri. Im proud being your little sister Mbak. Sampai sekarang kamu masih menjadi salah satu orang yang sangat amat kusyukuri karena sudah ada dalam hidupku.
Semoga ke depannya kita tetep kayak gini ya. Semakin tua semakin dekat dan semakin saling terbuka dan menyayangi. Semoga kita dikasih kesempatan bersama-sama untuk waktu yang cukup lama buat jagain Ibu dan nemenin Ibu. Sekali lagi terima kasih sudah mau ngalah untuk tetep stay di rumah nemenin Ibu. Salam buat suami Mbak yang luar biasa dan titip peluk cium buat anak-anak kicik di rumah. Kak Azka, Kak Cipa, Monster kecil Mia dan Baby Uwais. You are my sister, my best friend, my soul mate and the best part of me.
I love you..
----------------------------------------------------------------------------------------------
Keluarga itu salah satu hal berharga dalam kehidupan seorang manusia. Kakak perempuan itu ibarat paket lengkap : sosok sahabat, panutan dan bukti cinta kasih yang diberikan kepada manusia.
Kangen ga sih kalian sama saudara kandung kalian? Coba yuk di sms/whatsapp/telpon/video call saat ini juga. Sekedar tanya kabar atau nanya lagi sibuk apa atau bahkan kalo mau sekedar ngomong kalian sayang pada mereka (kalau malu sapa tahu bisa nulis surat kayak gini juga).
Dimanapun dan dalam keadaan apapun kalian, saudara atau keluarga adalah orang-orang yang masih akan membuka pintu untuk kalian di saat orang-orang lain menutup pintunya. Kembalilah pulang suatu saat nanti. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir ya, biar kita bisa peluk mereka semua yang ada jauh di kampung halaman.
#30DaysWritingChallenge #WritingTherapy
@tiwiiik – 24 September 2020 (19.00 @ her 12th-floor apartment)
