DAY 10 – MY BEST FRIENDS #30DAYSWRITINGCHALLENGE
"The most beautiful discovery true friends make is that they can grow separately without growing apart." – Elisabeth Foley
TEMA YANG PALING AKU TUNGGU TUNGGU INI JENG JEEEEEEEEENG.
Karena akan dengan sangat senang hati aku memperkenalkan kalian dengan sahabat(-sahabat) aku. YES benar agak aneh sebenernya sahabat kok banyak. I don’t know why tapi memang ada beberapa inner circle aku yang jadi sahabat aku, bahkan lebih ke sister(s) sama brother.
TEMPE GORENG
Geng punya Maia Estianti tapi versi KW. Kalo Bunda Maia kan namanya GENG TEMPE ini kita kemas dengan tambahan “goreng” di belakangnya. Geng ini berisi 4 orang manusia yang kenal dari 17 tahun yang lalu yakni sejak kami duduk di kelas 1 SMP yang terdiri dari Rido, Cicil, Daniar dan Tiwi.
Kami berempat sebenarnya bukan yang deket banget dari jaman SMP, justru deket bangetnya itu jaman uda lulus kuliah dan mau kerja. Pas mau reuni SMP terus pada ketemuan karena angkatan kami diminta jadi panitia. Masuk lah dalam 1 grup SMP dulu, tapi kemudian satu per satu left dari grup dan gatau ada angin apa kok ya bikin grup sendiri (MAAP YA ANAK SPENTIG YANG BACA INI). Kecuali sama salah satu diantaranya sih Daniar, manusia yang uda nemenin dari jaman alay mulai dari telponan sama dia kalo uda malam berkedok ngomongin PR (maap ya bu), padahal ya mohon maaf di kelas juga besoknya ketemu.
Ngomongin geng ini tuh orang yang isinya kayak Bu Tedjo, tukang julid semua! Kalau ketemu mereka tuh bisa ngobrol tanpa megang handphone sama sekali dan sering pas uda di luar tempat nongkrong baru sadar eh kan belum foto. Hahaha dan itu sering sekali terjadi. Tempat ngomongin makanan, tempat nongkrong bahkan jajanan kaki lima di Gresik pasti uda apal semua pernah dibahas di grup ini.
Living and growing with these peoples, aku tidak pernah merasa di judge bagaimanapun dan seperti apapun kondisiku. Mereka tuh support system terbaik yang pernah ada! Yang bakalan kubela pulang ke rumah pas weekend cuma mau datang ke nikahan mereka. Iya, cuma aku yang belum nikah. Rido akhirnya nikah sama Cicil setelah melalui perjalanan cinta yang panjang sekali dan Daniar menemukan tambatan hatinya setelah melalui perjalanan yang hadehh (Daniar kalo baca ini pasti senyum-senyum).
Orang-orang terbaik yang bisa jemput di bandara atau antar ke bandara kalo pas aku lagi pulang ke Gresik (dengan catatan jam terbangnya bisa pas mereka lagi ga sibuk). Si yang selalu harus dan wajib ditemuin kalo pas pulang mau cuma 30 menit kek atau belum mandi kek. Yang diomongin apa? BANYAK! GA ADA ABISNYA NGOMONG SAMA MEREKA. Mulai hal buruk, rencana bisnis (yang gatau kapan bisa diwujudkan), julidin artis/temen sendiri (rata-rata sih bully antar kita sendiri), sampe hal-hal yang super berfaedah uda pernah diomongin sama mereka.
Kalau misalkan aku dikasih kesempatan untuk mengulang waktu, aku tidak akan pernah menukar mereka dengan orang lain. They are my best of the best peoples in the world.
GREAT SOURCES SISTER(S)
“There are friends. There is family, and then there are friends that become family”
Sekumpulan remaja yang berasal dari kota yang berbeda mencoba merantau kuliah di UNAIR dan dipertemukan dalam tempat kos yang bernama “Sumber Agung” kemudian menjelma lah si nama kosan kita ini menjadi sembuah nama GREAT SOURCES yang sudah dibentuk sekian generasi. Kami adalah sekumpulan remaja putri (nama favorit kami) yang bersama-sama menghabiskan waktu dan uang bersama-sama (HEHE). Tiap ada film hits yang baru keluar pasti harus wajib ke mall bareng-bareng buat nonton bareng, atau tiap hari mostly harus makan malam dan share wifi bareng-bareng! Paling takut sama yang namanya Dementor (mas-mas depan kosan kami) yang suka panggil-panggil nama kami atau disuit-suitin sama kosan cowok sebelah. Suka saling back up satu sama lain kalo ada cowok yang resek atau sekedar sembunyi dari pacar yang malas kita temuin. Bahkan back up kalo lagi bokek biar ada temen makan malam (porsi makannya dibagi 2 biar lebih hemat).
Not all of them are my best friends. Tapi dua mbak-mbak yang ikut merantau ke Jakarta yang ternyata setelah lulus kuliah dan sama-sama merantau bikin kami lebih nempel kayak perangko. Si mbak teman hedon dan mbak wise yang super sibuk yang selalu nyempetin sebulan sekali ketemu. Sulit dijelaskan kalo sama mereka mah. Soalnya mereka tuh super bijak banget dan sangat luar biasa. We are not sisters by blood but sisters by heart.
Ada salah satu orang lagi sebenarnya yang akan aku bilang
sebagai sahabat sejatiku. Aku tidak akan mention
nama dia di sini. Dia sekarang ada di Surabaya, aku di Jakarta. Kami berdua
sama-sama merantau di kota tersebut. Mencoba menjalani hari. Kami bukan yang
tiap hari kontak-kontak juga. Tapi aku tahu sejauh apapun jarak kami berdua
terpisah, kami selalu ada satu sama lainnya. Aku sempat sedih dan kecewa pada
diriku sendiri sebenarnya karena aku tidak bisa menemani dia di sana saat hidup
ini menghantamnya terlalu keras. Padahal dia selalu ada buatku melalui saluran
telepon dan membantuku melewati banyak hal. Aku bersyukur karena Tuhan mengirimkan kamu ke hidupku. Selalu kuat di sana ya sahabat sejatiku. This too shall pass.
Sebenarnya banyak orang-orang yang aku anggap sahabatku tapi tak bisa kusebutkan satu per satu. Dimanapun mereka berada, aku sayang dengan kalian. Mereka yang tidak pernah berhenti mengingatkanku untuk selalu kuat dan bangkit.
Mereka yang tidak pernah berhenti percaya padaku bahwa ini semua bisa ku lalui
karena aku memang bisa. Dear you, you
know I love you no matter what happened. I really want to meet you and hug you
tight.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Meskipun pandemi ini membuat aku semakin jauh secara jarak dengan sahabat-sahabatku tercinta, tapi komunikasi kami masih terjalin dan masih banyak pelukan-pelukan virtual yang mereka kirimkan kepadaku.
Dimanapun kalian berada, aku senantiasa mencintai dan menyayangi kalian gengs. Terima kasih sudah menerima aku apa adanya dan sudah menjadi manusia-manusia paling suportif seumur hidupku. Aku tidak akan bisa berdiri setegak ini dan sekuat ini melalui ini semua tanpa dukungan dan himbauan positif dari kalian.
Semoga persahabatan kita tidak termakan oleh waktu dan apapun itu. Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita semua dimanapun kita berada. I love you all.
#30DaysWritingChallenge #WritingTherapy
@tiwiiik – 23 September 2020 (19.00 @ her 12th-floor apartment)